December 1st, 2015   Berita Terbaru Add New

DSC_0418Tribratanewspolresmagelang.com – Banyaknya kasus anak diwilayah Kabupaten Magelang merupakan tugas bersama dalam memberikan perlindungan secara maksimal agar anak tidak menjadi korban. Anak yang berhadapan dengan hukum belum adanya tim yang solid dalam menghadapi kasus anak yang menjadi korban maupun anak yang berhadapan dengan hukum / pelaku.Upaya yang harus kita lakukan adalah Upaya represif , upaya prefentif dan upaya preemtif.

Kabupaten magelang merupakan wilayah tertinggi dalam kasus ABH Contoh : persetubuhan anak dibawah umur kenapa dilaporkan di Polres Magelang, memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa anak dibawah umur banyak yang sudah menikah, orang tua tidak membatasi anaknya dalam pergaulan dengan lawan jenis , pendidikan agama kurang dan lingkungan yang tidak baik mengganggu tumbuh kembang anak pada masa pencarian jati diri.

Demikian antara lain sambutan Kapolres Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi Zain Dwi Nugraha SH,SIK, MSI , Saaat membuka Rakor Pembentukan Satgas perlindungan anak korban kekerasan tingkat Kabupaten Magelang , di aula Polres Magelang ( 1 /12 )

Lebih lanjut Kapolres mengatakan Anak yang menjadi pelaku dilakukan secara Diversi. Karena anak merupakan aset bangsa sebagai generasi penerus, Kegiatan Satgas hanya represif, preemtif- Angaran di Polres Magelang hanya anggaran lidik Sidik .

Internet sangat berpengaruh pada anak jika tidak adanya pengawasan. Banyak Warnet yang tidak ada ijinnya. BPKPH agar mengecek warnet yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. Dimaksukannya dalam kurikulum terkait perlindungan anak.

Di Magelang anak yang terkena HIV cukup tinggi Terkait sosialisasi upaya yang cukup bagus diarahkan ke desa untuk menambah babinkamtibmas.

Agar aturan aturan yang ada diikuti pasti tidak menyimpang. P2TP2  A sangat perlu untuk megantipasi,secara dini dalam Satgas dibentuk grub Wa untuk percepatan informasi Anggaran PPA cukup tinggi untuk lidik sidik.

Dibentuk Satgas di kab Magelang yang berbasis gender dan anak di tindak lanjuti koordinasikan ke polda dalam pembuatan Satgas dan belum adanya ruang tahanan anak, tegas Kapolres.

Rakor di ikuti oleh Bapermaspuan , JHAkim Anak dari PN Kota Mungkid, Lembaga sahabat Anak,Lembaga Acvokasi,Kemenag, Jaksa, Hakim Pengadilan Agama, TP PKK , Kapolsek dan Para Kanit Reskrim.

Sedangkan dari Bapermaspuan Wulandari menyampaikan terkait pelindungan anak “Program kabupaten Magelang Layak Anak” yang melibatkan unsur-unsur pemerintah , perlindungan kusus, kasus kasus kekerasan yang terjadi pada anak.

Upaya preemtip masih kurang leading sektor pusat pelayanan terpadu adalah Polres ,dengan adanya PPT desa menyelesaikan mediasi tingkat desa ,Banyak kasus-kasus yang terjadi di Kabupaten Magelang sudah bagus ditambah dengan adanya Satgas di Polres Magelang.

( Wahyu Humas Res Magelang)

  • Berita Terkait

  • Leave a Reply



  • Pejabat Teras

  • Sosial Media




  • Artikel Terbaru

  • PETA

  • HUBUNGI KAMI

    POLRES MAGELANG
    Jl. Soekarno Hatta (Jl. Letnan Tukiyat) No. 7
    Kota Mungkid Magelang.
    Polres Magelang.
    No Telepon (0293) 788787
  • STATISTIK PENGUNJUNG

    • 0
    • 493
    • 465
    • 3,446
    • 14,923