December 14th, 2015   Berita Terbaru Add New


tskTribratanewspolresmagelang.com –  Direktur CV Dwi Daya Utama Magelang dengan insial SS , telah diperiksa Unit Tipikor ( Tindak Pidana Korupsi ) Sat Reskrim Polres Magelang, karena di duga telah melakukan tindak Pidana Korupsi pengadaan Pupuk Bantuan Pasca Erupsi Gunung Merapi tahun 2010.DSC_0011

Kasat Reskrim Polres Magelang Ajun Komisaris Polisi Ign.Rendi Wicaksana,SE, yang di dampingi oleh Kasubbag Humas Polres Magelang ,didepan Wartawan mass media (14/12 ) menerangkan bahwa tersangka melakukan tindak pidana dengan Modus operasi dengan cara Pekerjaan tidak sesuai dengan spek teknis, Mengalihkan perkerjaan utama, dan menggunakan dokumen palsu dalam pengajuan administrasi lelang.

DSC_0012

Dari keterangan yang di peroleh Redaksi dilapangan menyatakan bahwa,Tahun 2012 telah dilaksanakan 4 paket pengadaan sarana produksi pertanian di Kabupaten Magelang, pengadaan tersebut untuk kegiatan rehabilitas dan rekontruksi pasca bencana erupsi gunung merapi sektor Ekonomi produktif sub sektor pertanian.

Dana Sosial berpola hibah bersumber dari dipa PNBP tahun anggaran 2011, yang dihibahkan kepada pemerintah Kabupaten Magelang, meliputi Bibit salak pondoh, Pupuk NPK, dan pupuk organik.

Pengadaan 4 paket sarana produksi pertanian tersebut dimenangkan oleh penyedia jasa yaitu CV Dwidaya Utama Magelang dengan direktur utama SS.

Hasil pengadaan sarana produksi pertanian paket I tahun 2012 di bagikan 16 kelompok tani yang berada diwilayah Srumbung, paket II bagikan kepada 17 kelompok tani yang berada di wilayah Srumbung, paket III dibagikan di 22 kelompok tani yang berada diwilayah Kecamatan Dukun, Srumbung dan Salam .

Pengadaan melalui LPSE ( Layanan pengadaan sarana Elektronik ) sebagai PPK adalah Ir. Simbang Totok Wiharso, pekerjaan Pegawai Negri sipil pada BPBD Kabupaten Magelang,sedangkan PJOK adalah Ir. Pratomo Pegawai Negri Sipil pada Distanbunhut Kabupaten Magelang.

Bertindak selaku Panitia lelang tidak melakukan Verifikasi terhadap dokumen hasil laboratorium yang di jadikan jaminan suplay oleh CV Dwi Daya Utama, kemudian dalam pelaksanaan pengadaan CV Dwi Daya Utama mengalihkan pelaksanaan pekerjaan kepada CV Sido Agung tanpa izin PPK.

CV Dwi Daya Tama selaku penyedia jasa tidak melakukan uji laboratorium terhadap pupuk NPK dan pupuk organik yang dikirim distributor CV Cakra Buana, PPHP dalam melaksanakan pemeriksaan dengan cara Visual dan tidak melakukan uji laboratorium pupuk NK dan Pupuk Organik.

Dari keterangan Kelompok Tani yang menerima bantuan menerangkan bahwa pupuk NPK dan organik merk Samagrow 3 plus yang merupakan pupuk bantuan pasca bencana Erupsi Gunung Merapi tahun 2012 kwalitasnya kurang baik, kwalitas tersebut diketahui setelah pupuk di semai dan tanam dipupuk organik merk Samagrow 3 plus tidak menimbulkan reaksi apapun di tanaman, dan pupuk NPK setelah disebar beberapa waktu tidak mengurai dengan tanah.

Dasar laporan kelompok tani selanjutnya dilakukan pengambilan sempel dan di uji lab atas kandungan unsur pupuk ternyata untuk Paket I,II,III dan IV  dari hasil penelitian di laboratorium BPYP DIY,ditemukan bahwa hasilnya tidak Spesifikasi dengan yang tertera di dokumen kontrak.

Dengan kejadian tersebut  dilaksanakan audit oleh Perwakilan BPKP Propinsi Jawa tengah,diketemukan hasil dari 4 paket pengadaan sarana produksi pertanian di Kabupaten Magelang tahun 2012 sebesar  Rp. 869.202.300 ,- ( Delapan ratus enam puluh sembilan juta dua ratus dua ribu tiga ratus rupiah ).

Kasubbag Humas Polres Magelang  Ajun Komisaris Polisi Haris Gunardi menambahkan dengan tindakan tersebut Tersangka di ancam Pasal 2 ayat (1) UURI 31 tahun 1999 dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dupuluh tahun dan denda paling sedikit Dua ratus juta Rupiah, dan paling banyak Satu milyard rupiah.

Pasal 3 ayat (1) UURI 31 tahun 1999 dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat Satu tahun dan paling lama Dua puluh tahun dan denda paling sedikit  lima puluh juta Rupiah, paling banyak Satu milyard rupiah.

Unit tipikor polres Magelang mulai tahun 2014 telah melakukan penyelidikan, dan pada bulan April 2015  status di naikan  menjadi penyidikan hingga turunnya P21 dari kejaksaan.

Selama Pemeriksaan oleh penyidik Polri tersangka tidak di tahan, dan hari ini Senin (14/12 ) karena berkas pemeriksaan sudah P21 selanjutnya Tersangka dan barang bukti di serahkan ke Kejaksaan Negri Kota Mungkid.

( Wahyu- Humas Res Magelang )

  • Berita Terkait

  • Leave a Reply



  • Pejabat Teras

  • Sosial Media




  • Artikel Terbaru

  • PETA

  • HUBUNGI KAMI

    POLRES MAGELANG
    Jl. Soekarno Hatta (Jl. Letnan Tukiyat) No. 7
    Kota Mungkid Magelang.
    Polres Magelang.
    No Telepon (0293) 788787
  • STATISTIK PENGUNJUNG

    • 0
    • 188
    • 272
    • 3,257
    • 14,603